Peran Guru Penggerak pada pendidikan di sekolah daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar Indonesia dalam menciptakan pendidikan yang menyenangkan

Isi Artikel Utama

Nuraini
Muhammad Jailani
Maria Rasti Tani
Nadia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Guru Penggerak dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa berdasarkan Kurikulum Merdeka di sekolah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan terdiri dari 3 Guru Penggerak, 2 komunitas guru, dan 5 siswa di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Penggerak berperan sebagai fasilitator, motivator, dan agen perubahan yang mendorong pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered), mengembangkan lingkungan belajar yang nyaman, serta menerapkan pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Guru Penggerak juga menghadapi kendala seperti keterbatasan wewenang dalam pengambilan kebijakan dan minimnya komunitas pendukung. Simpulan penelitian menggarisbawahi bahwa Guru Penggerak berperan kunci dalam mewujudkan pembelajaran yang memanusiakan peserta didik, mendorong kemandirian, serta mengembangkan Profil Pelajar Pancasila di daerah 3T.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Biografi Penulis

Nuraini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Program Studi Psikologi Islam

Muhammad Jailani, Universitas Negeri Yogyakarta

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Maria Rasti Tani, SMKS Maranatha Pontianak

Guru PPKn

Nadia, Poli Teknik Kementerian Kesehatan Pontianak

Sarjana Terapan kebidanan + Profesi

Cara Mengutip

Peran Guru Penggerak pada pendidikan di sekolah daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar Indonesia dalam menciptakan pendidikan yang menyenangkan. (2026). International Journal Universal Pedagogy Education, 1(2), 161-180. https://journal.tigaedukasiglobal.co.id/index.php/IJUPE/article/view/79

Referensi

Ananda, R., Khairani, M., Putri, N. A. A., Pratiwi, N., & Anggraini, T. (2025). Analisis kompetensi dan ketersediaan tenaga kependidikan sekolah dasar di Indonesia. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 391–401. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.25007

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (1st ed.). CV Jejak.

Cahyanti, N. S. (2025). Strategi Kepemimpinan Adaptif Kepala Sekolah dalam Manajemen Kurikulum yang Adaptif di Sekolah-Sekolah Tertinggal. Al-Amin: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 3(September), 101–120. https://doi.org/10.53398/alamin.v3i1.437

Creswell, J. W. (2018). Educational research : planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (6th ed.). Pearson. http://gen.lib.rus.ec/book/index.php?md5=0DBCEA5B46394D800F6A35CCE3406333

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “What” and “Why” of Goal Pursuits: Human Needs and the Self-Determination of Behavior, Psychological Inquiry. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104

Elmi, F., & Librianty, N. (2023). Improving the Quality of Educational Human Resources To Achieve Indonesia’S Vision 2045. Jurnal Apresiasi Ekonomi, 11(3), 730–737. https://doi.org/10.31846/jae.v11i3.714

Fenwick, T. (2015). Sociomateriality and Learning: A Critical Approach (1st ed.). Sage Publication, Inc. https://doi.org/10.4135/9781473915213.n8

Freire, P. (2000). Pedagogy of the Oppressed (30TH Anniv). Bloomsbury Academic.

Fullan, M. (2017). The New Meaning of Educational Change (1st ed.). Teachers College Press. https://doi.org/10.1080/0924345910020406

Fullan, M., & Langworthy, M. (2014). A Rich Seam How New Pedagogies Find Deep Learning (1st ed.). Pearson.

Green, T. L. (2018). School as Community, Community as School: Examining Principal Leadership for Urban School Reform and Community Development. Education and Urban Society, 50(2), 111–135. https://doi.org/10.1177/0013124516683997

Hattie, J. (2008). Visible Learning: A Synthesis of Over 800 Meta-Analyses Relating to Achievement. In International Review of Education (1st ed., Vol. 57, Issues 1–2). Routledge Taylor and Francis Group. https://doi.org/10.1007/s11159-011-9198-8

Hensley, Lauren, Sayers, Robin, Brady, Anna, & Cutshall, Jessica. (2020). Supporting Autonomy, Competence, and Relatedness in a Learning-to-Learn Course: College Students’ Insights Into Effective Instruction. Teaching of Psychology, 48(3), 236–247. https://doi.org/10.1177/0098628320977270

Hernita, Hasanah, E., & Zuhaery, M. (2025). Peran Guru Penggerak dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah Dasar. Academy of Education Journal, 16(1), 134–142. https://doi.org/10.47200/aoej.v16i1.2784

Junawati, J., Rasid, R., & Lilianti, L. (2025). Peran Motivasi Guru Penggerak Dalam Pelaksanaan Transformasi Pembelajaran Di Sma Kolaka Utara. Edum Journal, 8(1), 201–216. https://doi.org/10.31943/edumjournal.v8i1.305

Loilatu, S. H., Mukadar, S., Kasmawati, K., & Hentihu, V. R. (2021). Strategi Belajar Mengajar Dengan Menerapkan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Di SD Alhilaal Samalagi. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(2), 65–73. https://doi.org/10.47709/educendikia.v1i2.1036

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (H. Salmon (ed.); third Edit). SAGE Publications Ltd.

Mulyasa, H. E. (2021). Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar (L. I. Darojah (ed.); 1st ed.). PT Bumi Aksara.

Pranata, A. (2022). Pendidikan Model Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal di Entikong Perbatasan Kalimantan Barat. Journal.Unublitar, 4(4), 2598–5175. https://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v3i3.552

Purba, F. D. (2024). Efektivitas Program Guru Penggerak Bagi Peningkatan Kompetensi Guru (Studi Kasus di SMK Negeri 7 Medan). Jurnal: Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah Dan Tinggi (JMP-DMT), 5(3), 270. https://doi.org/10.30596/jmp-dmt.v5i3.20106.g11683

Rabbani, M. R., Jannah, A., Ariyani, R., Ramadanti, N. P., & Handayani, L. R. (2024). Automatic promotion dan menurunya motivasi belajar siswa dalam sistem pendidikan di Indonesia. Central Publisher, 2(3), 2048–2054. https://doi.org/10.60145/jcp.v2i3.407

Riowati, & Yoenanto, N. H. (2022). Peran Guru Penggerak Pada Merdeka Belajar Untuk Memperbaiki Mutu Pendidikan Di Indonesia. Journal Of Education and Instruction, 5(1), 1–16. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/joeai.v5i1.3393

Sa’diyah, T. (2022). Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Yang Islami. Kasta : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya, Dan Terapan, 2(3), 148–159. https://doi.org/https://doi.org/10.58218/kasta.v2i3.408

Samhaji, & Anggara, F. D. (2025). Analisis Implementasi Kebijakan Pemerataan Akses Pendidikan pada Daerah Tertinggal Indonesia Pendahuluan. Journal of Governance and Policy Innovation Analisis, 5(2), 99–112. https://doi.org/10.51577/jgpi.v5i2.839

Septiani, Kholik, A., & Effane, A. (2025). Analisis Dampak Program Guru Penggerak terhadap Kualitas. DIDAKTIK GLOBAL: Jurnal Ilmu Kependidikan, 2(3), 241–252.

Smith, G. A. (2017). Place-Based Education. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190264093.013.95

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syalsabillah, Z., Riskiani, M., & Putri, A. C. (2021). Peran Strategis Guru Penggerak sebagai Agen Perubahan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian Dan Inovasi, 2(5), 167–186. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i3.1636

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes (M. Cole, V. John-Steiner, S. Scribner, & E. Souberman (eds.); 1st ed.). Harvard University Press.